Review Xiaomi Mi 10T

Baik Xiaomi Mi 10T dan Mi 10T Pro memiliki desain yang persis sama. Bagi saya desain dan rasa di tangan sangat nyaman, tapi mungkin tidak untuk orang lain. Ini karena Mi 10T menggunakan material yang tergolong premium. Gorilla Glass 5 dilapisi kaca di bagian depan dan belakang serta bingkai logam. Namun, dengan kapasitas baterai dan layar besar, beratnya mencapai 216 gram, yang mungkin terlalu berat bagi sebagian orang.

Kaca belakangnya sudah buram dan menurut saya varian warna Lunar Silver adalah pilihan terbaik. Terlihat sangat berkualitas dari berbagai sudut, kasar dan tidak mudah kotor. Xiaomi sebenarnya menawarkan casing yang agak tebal, lembut dengan bahan yang sedikit matte dan logo Xiaomi yang cukup besar. Bagus untuk perlindungan, tetapi terlihat lebih murah.

Yang lebih disukai Xiaomi melalui Mi 10T adalah penggunaan layar 144 Hz. Refresh rate-nya lebih tinggi pada 90 Hz dibandingkan pada Mi 10. Dengan response time 7 ms, layar ini secara alami memanjakan para gamer mobile yang memprioritaskan layar responsif. Xiaomi menawarkan pengaturan untuk opsi refresh rate 60, 90 dan 144 Hz yang didukung oleh Adaptive Sync, untuk menyesuaikan konten agar baterai tidak menjadi boros. Dimensi layarnya adalah 6,67 inci dengan resolusi full HD +, disertifikasi dengan cahaya biru oleh TÜV Rheinland dan mendukung akurasi warna DCI-P3 dan sRGB.

Salah satu perbedaan utama antara Xiaomi Mi 10T reguler dan varian Pro adalah sensor utama yang digunakan. Varian Pro menggunakan sensor 108MP 1: 1.69 dari Samsung, sedangkan Mi 10T menggunakan Sony IMX682 64MP 1: 1.89. Menurut saya, sensor Mi 10T “lebih aman” di sini. Sony IMX682 banyak digunakan di smartphone kelas menengah dan atas lainnya. Sebut saja Real 7 Pro, ASUS ROG Phone 3, dan juga Poco X3 NFC. Rata-rata, mereka semua memberikan foto berkualitas tinggi, seperti halnya Xiaomi Mi 10T. Saya sangat senang dengan hasil dalam kondisi pencahayaan yang berbeda

Kencang dan dingin. Xiaomi Mi 10T menjadi salah satu pilihan smartphone resmi termurah di Indonesia yang menggunakan chipset flagship tahun 2020, yakni Qualcomm Snapdragon 865. Chip tersebut hadir dengan kapasitas RAM 8 GB dan memori internal 128 GB atau gabungan LPDDR5 dan UFS 3.1. . Selain itu sistem pendingin khusus.

Dari segi performa tentunya terasa sangat cepat. Meski kapasitas RAM masih belum puluhan GB seperti beberapa flagships lainnya, kemampuan multitaskingnya tetap sangat bertenaga. Bahkan jika Anda harus memuat ulang itu terjadi dengan cepat berkat CPU yang cepat.